081-5678-1414-8

Kontak Kami

Menulislah mulai sekarang!

Saturday, December 16, 2017

Di balik Persahabatanku dengan Mas Fajar

Pagi ini saya sempatkan membuka Facebook. Media sosial sejuta umat ini mengangkat kenangan yang saya alami enam tahun lalu. Kenangan yang tentu tidak dapat saya lupakan. Tahun itu menjadi awal keberhasilan saya dalam mengikuti ajang lomba di tingkat provinsi.
Di balik Persahabatanku dengan Mas Fajar

Ada satu sosok yang membuat saya terinspirasi menulis pagi ini. Dia adalah sosok guru muda yang tampak memegang piala dan berdiri di samping saya. Wajah guru ini pasti tak lagi asing bagi sebagian teman bergelar P.Hd. (Pemburu Hadiah - red).

Sosok guru muda ini adalah seorang sutradara. Puluhan film pendek sudah dihasilkannya. Beberapa film malah tercatat memenangkan lomba perfilman. Karya terakhirnya diluncurkan tepat menjelang Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini.

Sutradara muda itu adalah Fajar Prihattanto. Dia guru Seni Budaya yang ditempatkan satu sekolah dengn saya. Seingat saya tahun 2008 lalu penempatannya. Kami ditempatkan di sekolah sekitar pesisir pantai selatan Kabupaten Wonogiri.

Ada hal unik yang memaksa saya menulis tentangnya hari ini. Enam tahun lalu kami sama-sama menjadi juara di ajang Pemilihan Guru Berprestasi dalam Pembuatan Bahan Ajar Berbantuan Komputer. Ajang yang digelar LPMP Jawa Tengah ini lebih dikenal dengan lomba MPI atau Multimedia Pembelajaran Interaktif.

Satu tahun setelah itu, kami sama-sama memenangkan Lomba Pengayaan Sumber Belajar Provinsi Jawa Tengah. Bedanya, saya di kategori blog guru, sedangkan Mas Fajar, begitu saya memanggilnya, menang di kategori MPI.
Harus diakui saya belajar banyak darinya, mungkin begitu juga sebaliknya. Saya mengenal dasar-dasar desain darinya. Saya belajar Photoshop juga darinya.

Di balik Persahabatanku dengan Mas Fajar

Meski terlihat "akur" di berbagai even, kami sebenarnya sering berbeda pendapat. Terlebih dalam menanggapi isu-isu agama maupun isu nasional. Perbedaan pendapat itu lebih jelas terlihat di dunia maya. Dunia di mana kami lebih bebas bereksplorasi.

Perbedaan pendapat ini tak pernah berakhir buruk. Justru sebaliknya, ketika Mas Fajar mengajukan mutasi  sekolah, saya malah menyusul mutasi ke sekolah yang sama setahun setelahnya.

Kami pun sering tampil kolaborasi di berbagai even. Baik even sekolah maupun lainnya. Saya belajar darinya sampai saat ini. Banyak hal yang masih harus saya "kuras". Mungkin juga sebaliknya..he he..

Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan kalimat:

"Meski kita kadang beda, tetaplah menjadi sahabat yang bisa saling berbagi"

Bravo Sutradara Muda!!!

Sukoharjo, 17-12-2017
Rumah Makan SS

No comments:
Write comments

Punya tulisan yang ingin dimuat di web ini?. Hubungi kami di link ini:- http://bit.ly/SangPengajar
Mau langganan informasi?